MATIAS TERPILIH SEBAGAI PENGGANTI YUDAS ISKARIOT
KISAH PARA RASUL 1:18 YUNANI
Οὗτος μὲν οὖν ἐκτήσατο χωρίον ἐκ μισθοῦ τῆς ἀδικίας καὶ πρηνὴς γενόμενος ἐλάκησεν μέσος καὶ ἐξεχύθη πάντα τὰ σπλάγχνα αὐτοῦ
Houtos (ini maskulin) men (memang) oun (maka) ektēsato (telah mendapatkan) khōrion (akusatif lahan netral) ek (dari) misthou (genitif upah maskulin) tēs (genitif itu feminin) adikias (genitif kefasikan feminin) kai (dan) prēnēs (tertumus maskulin) genomenos (maskulin yang telah menjadi) elakēsen (telah merengkah) mesos (tengah maskulin) kai (dan) exekhuthē (singular telah tertumpah) panta (semua-semua netral) ta (itu-itu netral) splagkhna (jeroan-jeroan netral) autou (genitif dia maskulin)
Maka ini memang telah mendapatkan lahan dari upah kefasikan itu, dan yang telah menjadi tertumus, yang tengah telah merengkah, dan telah tertumpah semua itu-itu jeroan-jeroan dia (Yudas).
PENJELASAN:
Peristiwa mengerikan pada Yudas Iskariot ini terjadi setelah dia mati berkujut. Mungkin Yudas berkujut di suatu pohon di lokasi yang agak tinggi di lahan itu; mengingat ada beberapa area di janapada Yerusalem yang memiliki ketinggian dan lereng. Kita tentu tidak tahu pasti berapa lama jasad Yudas menggantung di pohon itu. Tubuh orang yang mati biasanya mendingin (algor mortis) kemudian mengeras/memadat/kaku (rigor mortis) dan darahnya mengumpul (livor mortis), lalu mengalami penguraian (dekomposisi) kalau lama tidak ditemukan. Ketika jasad sedang terurai, terjadi penggembungan post mortem. Jasad membengkak, sebagian besar di area perut, karena bakteri dalam rongga tubuh (biasanya di usus dan lambung) mencerna jaringan dan organ (dan/atau makanan di organ-organ pencernaan), dan ini mengakibatkan produksi gas dekomposisi. Gas ini terjebak di dalam, dan daging dan kulit jasad yang telah kaku/mengeras menghalangi keluarnya gas. Pendinginan dan pengerasan bisa terjadi lebih cepat dari jasad Yudas ini karena didukung oleh waktu ketika Yudas berkujut yaitu setelah dia mengetahui bahwa Yesus dijatuhi dandapati (sekitar jam 6-an pagi), yang mana tentunya hawa saat itu masih agak dingin. Terburainya jeroan Yudas bisa terjadi karena jasad dia, yang sudah mengeras dan menggembung di bagian perut dan tergantung ini, jatuh akibat tali gantung dia putus atau dahan pohon yang pada mana dia berkujut patah, (ditambah pengaruh gravitasi) lalu menghantam bidang miring/lereng yang kasar/kematu sehingga terkena bagian tengah dia hingga pecah.
Komentar
Posting Komentar